Friday, May 31, 2019

Resensi Novel Tere Liye, Hujan

resensi novel tere liye

“Pertanyaan pertama, apa yang ingin kamu hapus dari memori ingatanmu, Lail?”
Ruangan itu lengang.
“Lail, kamu mendengarku?” Elijah bertanya lembut. Gadis di hadapannya masih menunduk.

Gadis itu mengangkat wajahnya, menyeka ujung matanya yang berair – di sejak tadi menahan sesak.
“Tidak apa kalau kamu ingin menangis.” Elijah menatap bersimpati, sambil mengetukkan jarinya di tablet layar sentuh. “Ini akan menjadi tangisan terakhirmu. Aku janji.”
Satu menit lengang.
“Apa yang hendak kamu lupakan, Lail?” Elijah kembali bertanya.
Lail menjawabnya dengan suara serak, “Aku ingin melupakan hujan.”

 Novel Kedua Tere Liye

Hujan adalah novel Tere Liye kedua yang kubaca. Novel pertamanya yang kubaca ada The Gogons. Novel itu terbit sebelum Tere Liye ngetop. Kapan-kapanlah aku review, kalo inget.
Iya, aku bukan jenis pembaca yang gampang tergiur dengan embel-embel best seller.
Memangnya kalo best seller aku harus banget baca gitu? Memangnya kalo penulisnya ngetop aku harus baca? Gimana kalo pengen baca buku biasa-biasa aja yang kutemukan di rak obral? Apa kastaku jadi lebih rendah?
Nggak! Aku mah baca yang aku suka aja.
Novel Hujan yang kumiliki ini cetakan ke-28, terbit bulan Desember 2016. Cetakan pertamanya bulan Januari 2016.
Ini sungguh wow! Aku sampai nggak berani ngebayangin royaltinya. Takut pingsan melihat deretan angka nolnya.
Hujan-lah yang membuatku jatuh cinta pada karya-karya Tere Liye. Well, katakanlah aku mendapatkan buku yang tepat untuk membuatku jatuh cinta. Tapi hm … ada juga sih yang aku nggak suka.

Bencana Super Volcano

Hujan adalah sebuah novel science fiction. Sebuah novel futuristik yang jujurly, bikin aku merinding. Nggak! Nggak horor, kok. Tapi aku merasakan imajinasi berdasarkan riset di sini.
Iye, kekuatan yang dirasakan. Seperti aku merasakan rindu yang kamu bilang dan nggak kamu bilang ke aku. #abaikan
Maksudku gini. Contohnya prakiraan cuaca. Kenapa di kota A bisa diprediksi besok akan hujan dan di kota B akan cerah ceria? Itu kan ada ilmunya. Termasuk melihat kondisi sekarang dan pergerakan angin.
Nah, kayak gitu yang kurasakan ketika membaca novel Hujan ini.
Adalah Lail, tokoh utama novel ini. Seorang ABG yang hidup pada tahun 2042.
21 Mei 2042. Pada pagi lahirnya manusia ke-10 miliar itu, Lail sedang dalam perjalanan ke sekolah dengan kereta bawah tanah ketika gempa berkekuatan 10 Skala Richter mengguncang.
Hanya Lail dan Esok yang sempat menyelamatkan diri. Ratusan penumpang lainnya terkubur 40 meter di bawah tanah. Termasuk ibu Lail.
Kota Lail dan Esok rusak parah. Pulau tempat ayah Lail bekerja bahkan terhapus dari muka bumi akibat leutusan gunung purba. Supervolcano. Tsunami setinggi 40 meter menyapu bersih daerah pantai.
Setelah bencana dahsyat itu, kehidupan tak sama lagi. Namun, Lail dan Esok harus bertahan hidup.
Bencana dahsyat itu juga yang membuat Lail jadi membenci hujan.


resensi novel tere liye
Novel Hujan karya Tere Liye

Novel Science Fiction yang Apik

Novel dengan alur maju mundur cantik ini  membuat aku tak bisa berhenti membacanya. Ceritanya apik, penyajiannya menarik.
Bagiku, novel ini bukan tentang “ending-nya gimana” tapi tentang jalinan cerita secara keseluruhan dan perenungan.
Beberapa temanku tak suka novel ini. Kata mereka, ceritanya terlalu mahiwal. Tapi bagiku novel ini justru sangat menarik. Apa karena aku juga manusia mahiwal ya? Hehe….
Seleratif subjektif banget, emang. Seperti aku sering flat banget kalau ada yang heboh memuji betapa bagusnya novel ini itu.
Kalau kamu suka novel science fiction yang membumi, bacalah Hujan. Bagiku, novel ini begitu membumi. Bencana dahsyat dan kerusakan yang ditimbulkannya seolah-olah terjadi di depan mataku.

Judul: Hujan
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Desember 2016
Cetakan : 28.
Tebal: 318 halaman.
ISBN: 978-602-03-2478-4  


Butuh referensi bacaan lagi? Bisa cek resensi buku-buku ini ya:

Cheers,
Tria TR
www.adaresensi.com

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.

Contact Form

Name

Email *

Message *