Sunday, June 2, 2019

Resensi Novel Tere Liye, Bumi


resensi novel bumi tere liye

Sinopsis Bumi karya Tere Liye

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing namanya Si Putih dan Si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.
Namaku Raib. Dan aku bisa menghilang.

Novel Fantasi Tere Liye

Aku bukan penggemar novel high fantasy. Aku nggak baca Harry Potter dan Lord of The Ring.
Beberapa kali aku menjual dua buku itu dengan harga diskon di lapak online-ku. Tapi nggak juga tergoda untuk ngekep satu dan membacanya.
Tapi aku baca seri Narnia. Sampai rela ngubek-ubek lapak buku loakan buat nemuin seri lengkapnya.
Seleratif subjektif aja sih.
Gimana dengan novel Bumi karya Tere Liye ini?
Well, yang ini aku suka banget! Sebenarnya udah pengen beli dan baca buku ini sejak pertama terbitnya tahun 2014.
Tapi waktu itu badanku lagi sangat sensitif. Baca buku begini mah sama aja cari masalah.
Novel Bumi adalah buku pertama dari serial Bumi. Ketika blogpost ini saya publikasikan, udah ada Matahari, Bulan, Bintang, Komet, serta Ceros dan Batozar.
Saranku sih bacanya jangan lompat-lompat. Capek. Hehe …. Baca dari buku pertama dulu biar paham tentang karakter para tokoh utamanya yang punya kemampuan super. 
Kemampuan super para tokohnya (Raib, Ali, dan Seli) nggak ujug-ujug ada. Nggak tiba-tiba jadi manusia super. Ada penyebabnya.
Raib, misalnya. Dia bisa menghilang karena ternyata dia bukan sepenuhnya manusia bumi.  Di klan ibunya, kemampuan menghilang bukan sesuatu yang aneh.

Judul: Bumi
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Gramedia
Cetakan: 14
Tahun Terbit: Desember 2016
Tebal: 438 halaman
ISBN: 978-602-03-3295-6

Petualangan Tiga Sahabat

Petualangan Raib, Seli, dan Ali bukan sekadar petulangan remaja pada umumnya. Ketiga sahabat itu bahkan bukan manusia biasa.
Raib punya kemampuan menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Ali si genius bisa berubah menjadi beruang raksasa.
Dunia paralel tuh intinya, ada kehidupan lain di atas bumi yang kita diami ini. Berjalan bareng secara paralel. Idealnya nggak bisa pindah-pindah dunia. Tapi orang-orang tertentu bisa melakukannya. Termasuk Raib, Seli, dan Ali.
Dan mereka bertualang menembus dimensi, masuk ke dunia paralel. Banyak kejutan dan bahaya yang mereka alami di dunia paralel itu. Banyak pula orang-orang baik yang mereka temui di sana.

Habis Sekali Duduk

Mengingat aku udah lumayan lama mikir buat beli novel Bumi, membaca novel setebal 438 halaman ini dalam sekali duduk adalah hal wajar.
Lah iya. Penasaran banget akutu. Dan ketika baca komen teman-teman yang bilang nggak bisa menikmati novel ini karena terlalu ABG dan fantasi… aku ketawa aja. Berarti aku masih ABG dong yes. Hehe….
Bagiku, novel ini membius. Tapi nyebelinnya, sambungannya ada lagi dan ada lagi. Bahkan kabarnya, setelah Ceros dan Batazar akan ada lagi judul selanjutnya.
Tentang editing buku ini … seperti umumnya buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, penyuntingannya rapi. Umumnya loh, karena satu-dua kali nemu yang nggak terlalu rapi.
Cuma sayangnya, novel “Bumi” milikku patah di dua tempat. Di halaman 216-217 dan halaman 268-269.
resensi novel bumi tere liye
Halaman dalam novel Bumi, Tere Liye.

Padahal aku bukanya udah hati-hati banget, lho. Ya bisa sih diperbaiki pakai lem yang kuat. Tapi  lumayan mengganggu kenyamanan membacanya.
Kalo pengen baca novel ini, ke toko buku gih. Masih cetak ulang terus kok, jadinya mudah ditemukan. Pastikan hanya membeli buku yang ori, ya.
Oh, mungkin kamu juga tertarik membaca resensi buku-buku ini sebelum meluncur untuk sekalian membelinya.
1. Hujan
3. Milea


Cheers,
TR

1 comment:

  1. Pengen baca .. Geregetan karena tiap masuk toko buku, banyak godaan dari buku buku yang lain. Hadeh

    ReplyDelete

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.

Contact Form

Name

Email *

Message *