Hijab for Sisters

13 Novel Bertema Tragedi Mei 1998

Novel-novel bertema 1998
Mei 1998 dalam novel.

Tragedi Mei 1998 adalah peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Sampai kini, peristiwa  25 tahun lalu yang menyisakan luka dan trauma itu belum tuntas terungkap. 

Peristiwa 1998 itu kemudian melahirkan sederet novel dan film based on true story.  Jasmerah, kata Bung Karno. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. 

Bener, itu. Cukup mantan saja yang kamu lupakan. Sejarah dan utang jangan!

13 Novel Bertema Mei 1998 

Ada Resensi mencatat 13 novel bertema tragedi Mei 1998. Bagi yang berniat ikut lomba novel Kwikku 2023 yang mengangkat tema 1998, novel-novel ini bisa menjadi inspirasi. Agar lebih mudah, Ada Resensi menuliskannya secara alfabetis.

1. 1998

Pengarang: Ratna Indraswari Ibrahim.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2012.
Tebal: 328 halaman

Gejolak 1998 tidak hanya terjadi di Jakarta. Kota-kota lain juga mengalaminya.

Ratna mengambil lokasi di Malang. Putri, si anak Wali Kota Malang merasa dilematis. Teman-temannya di Universitas Brawijaya mendemo pemerintah, sedangkan ia diingatkan untuk tidak ikut-ikutan.

Kekasihnya bahkan sering ke Jakarta untuk ikut berdemonstrasi di sana. Dalam suatu peristiwa, Neno hilang dan tak pernah ditemukan lagi.

2. Air Mata Saudaraku

Pengarang: S. Mara Gd
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2004.
Tebal: 408 halaman.

Selama ini S. Mara Gd lebih dikenal dengan novel-novel misteri dan detektif. Namun, di novel Air Mata Saudaraku, ia mengangkat tema kerusuhan 1998 di Surabaya.

Berkisah tentang Hasan Tandoyo, pengusaha muda berdarah Tionghoa yang pergi ke Jakarta pada Mei 1998 untuk keperluan dagang.

Hasan berhasil pulang ke Surabaya dengan selamat. Namun, setiba di Surabaya ia menemuka rumah dan tokonya habis dijarah. Ibunya tewas. Dan Lani sang adik, diperkosa hingga mengalami gangguan jiwa.
Novel tema Mei 1998
Novel-novel Indonesia yang mengangkat tema Mei 1998.

3. Dua Batang Ilalang

Pengarang: Dono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 1999
Tebal: 522 halaman.

Meskipun lebih dikenal sebagai komedian bersama Indro dan Kasino, Dono adalah penulis, bahkan pernah menjadi dosen.

Dua Batang Ilalang berkisah tentang Sobi, anak kampung yang bisa berkuliah di Jakarta karena dibiayai bupati di kota asalnya.

Di Jakarta Sobi aktif ikut demonstrasi. Dalam sebuah demo yang berakhir rusuh, Sobi ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Baca Juga: Novel Indonesia tentang KDRT

4. Dua Masa di Mata Fe

Pengarang: Dyah Prameswarie.
Penerbit: Moka Media, 2014.
Tebal: 224 halaman.

Tokoh utama dalam novel ini tentu saja Fe, yang pada peristiwa Mei 1998 berusia 21 tahun.

Ayah, Ibu, dan adiknya menjadi korban dalam kejadian itu. Rumahnya pun habis terbakar. Fe selamat, tapi menyimpan luka hati. Termasuk tentang Raish.

Sekian tahun berselang, Fe seperti melihat Raish pada wajah dan tatapan Fathir, pemuda yang sedang mendekati putri Fe.

5. Laut Bercerita

Pengarang: Leila S. Chudori
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2017
Tebal: 380 halaman.

Laut Bercerita berkisah tentang Biru Laut dan 21 temannya sesama aktivis yang diculik pada tahun 1996 karena kevokalan mereka membela rakyat kecil.

Sembilan orang di antara mereka kemudian dilepas. Namun, 13 orang termasuk Biru Laut tetap hilang.

Novel based on true story ini mengisahkan sekumpulan sahabat yang merasakam kekosongan di dada, pengkhianatan, dan keluarga yang mencari kejelasan tentang anaknya yang hilang.

Film pendek Laut Bercerita sudah rilis beberapa tahun. Pemerannya ada Reza Rahadian, Dian Sastro, Lukman Sardi, dan Tio Pakusadewo.

Novel berlatar sejarah Mei 1998.
Novel-novel berlatar sejarah, Tragedi Mei 1998.

6. Lelaki di Tengah Hujan

Pengarang: Wenri Wanhar
Penerbit: Milestones Books, 2019
Tebal: 364 halaman.

Novel yang diangkat dari skripsi Wenri Wanhar ini berkisah tentang Bujang Parewa, seorang aktivis pergerakan tahun 1998.

Uniknya, dalam novel ini menyebut beberapa nama penting yang berkaitan dengan Bujang. Ada Munir, Widji Thukul, Budiman Sudjatmiko, dan Ratna Sarumpaet.

7. Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman

Pengarang: Afifah Afra
Penerbit: Indiva Media Kreasi, 2013
Tebal: 368 halaman

Mei Hwa adalah korban kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Rumahnya dibakar, tokonya dijarah. Mei Hwa diperkosa beramai-ramai. Sang ayah menjadi gila karenanya dan sang ibu bunuh diri karena tak sanggup menanggung duka. Kedua kakak lelakinya hilang.

Mei Hwa terpuruk. Hingga kemudian ia bertemu Sekar Ayu. Seorang wanita tua yang mengalami banyak kejadian menyakitkan sejak masa pendudukan Belanda, penjajahan Jepang, PKI, hingga Mei 1998.

8. Mei Merah 1998: Ketika Arwah Berkisah

Pengarang: Naning Pranoto
Penerbit: Buku Obor, 2018
Tebal: 222 halaman

Novel ini berkisah dari dua POV. Yang satu adalah Humaira, perempuan yang menjadi korban perkosaan saat kerusuhan Mei 1998.

Akibatnya, dia hamil dan depresi berat. Setelah bayinya lahir, Humaira bunuh diri. Setelah menjadi arwah, dia bercerita.

POV kedua adalah Lukluk, anak Humaira yang telah dewasa dan mencari ibunya.

9. My Pain, My Country

Pengarang: Dewi Anggraeni
Penerbit: Austin Macaulay Publishers, Melbourne
Tebal: 252 halaman

Buku berbahasa Inggris ini berkisah tentang keluarga Irina. Mereka adalah peranakan Tionghoa yang nasionalis. Sang kakek ikut berjuang meraih kemerdekaan.

Namun, darah Tionghoa membuat Irina dan keluarganya menjadi korban.


Novel tentang Mei 1998 karya pengarang Indonesia
Merekam Tragedi 1998 dalam novel.

10. Naga Kuning

Pengarang: Yusiana Basuki
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2011
Tebal: 416 halaman

Lily Kho adalah putri seorang konglomerat. Perusahaan Naga Kuning milik orangtuanya bergerak di berbagai bidang usaha, termasuk ekspor teh.

Lily tak sempat meninggalkan Indonesia ketka kerusuhan Mei 1998 pecah. Ia menjadi korban perkosaan dan hamil. Trauma berat membuatnya menjadi amnesia.

Setelah menjadi perawatan dan terapi panjang, Lily sembuh dari amnesia dan kembali memimpin Naga Kuning. Tapi, cerita tak berakhir di situ….

11. Notasi

Pengarang: Morra Quatro
Penerbit: Gagas Muedia, 2013
Tebal: 294 halaman

Morra mengambil lokasi Yogyakarta tahun 1998 untuk novel ini. Tentang Nalia yang mahasiswi FKG UGM dan Nino yang anak Teknik Elektro UGM.

Demonstrasi pecah di Yogyakarta. Ada penyerbuan ke dalam kampus, ada mahasiswa yang tewas, ada mahasiswa yang hilang. Nino termasuk yang hilang setelah demonstrasi.

Btw, setting lokasi dalam novel ini sangat detail dan riil. Begitu juga dengan Radio Jawara FM yang menjadi cikal bakal Swaragama FM.

12. Pulang

Pengarang: Leila S. Chudori
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama,
Tebal: 552 halaman.

Rentang waktu dalam novel ini cukup panjang, dari 1965 hingga 1998. Dua angka tahun yang menjadi sejarah kelam Indonesia pasca kemerdekaan.

Dimas Suryo, seorang wartawan yang sebenarnya netral tetapi menjadi buruan karena kedekatannya dengan Hananto dkk yang golongan kiri. Setelah berpindah-pindah, akhirnya ia menetap di Paris dan membuka restoran Indonesia.

Tahun 1968 Dimas mendapat kabar bahwa Hananto tewas. 30 tahun berselang, tepatnya Mei 1998 Lintang Utara pergi ke Jakarta untuk melakukan penelitian tentang peristiwa 1965. Lintang adalah anak perempuan Dimas dan Vivienne. Namun, Lintang malah menjadi saksi mata Tragedi Mei 1998.

13. Sekuntum Nozomi 3

Pengarang: Marga T
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2006
Tebal: 418 halaman

Fyi, Sekuntum Nozomi terdiri atas 5 jilid. Yang kental dengan Tragedi Mei 1998 adalah buku ketiga. Meskipun bisa dibaca sendiri, ada baiknya membaca dari buku 1.

Pada Sekuntum Nozomi 3, Lidya dan kedua sahabatnya sudah lulus dari Fakultas Kedokteran Trisakti. Sabrina dan Kristina pun sudah menikah dan tinggal di luar Indonesia. Hanya Lidya yang belum menikah dan masih menetap di Jakarta.

15 Mei 1998, Lidya sedang menumpang bus kota ketika segerombolan orang menghentikan bus tersebut dan memaksa turun para perempuan Tionghoa.

Lidya bukan Tionghoa, tetapi warna kulit dan paras wajahnya seperti perempuan Tionghoa. Di luar bus, Lidya menyaksikan kekejian yang luar biasa.

Tentang Marga T pernah ditulis di Para Penulis Ini adalah Dokter

Novel Bukan Sekadar Imajinasi

Novel memang termasuk karya fiksi. Namun, bukan berarti novel hanya khayalan, hanya imajinasi yang ngadi-ngadi.

Banyak novel yang berdasarkan kisah nyata, seperti halnya novel-novel bertema 1998 ini.

Akan tetapi, novel tetaplah novel. Bukan reportase, bukan biografi, juga bukan buku sejarah. Novel memiliki ruang leluasa untuk mengungkapkan perasaan.

Yuk, buka mata hati dan wawasan dengan membaca. Untuk yang akan ikut lomba menulis novel Kwikku bertema 1998, semangat ya!


Salam.
Ada Resensi

5 komentar

  1. waw, banyak juga ya novel yang mengangkat topik tragedi Mei 98. aku cuma pernah baca Laut Bercerita sama Pulang. bisa juga nih baca yang lainnya. thank you mbak rekomendasinyaa

    BalasHapus
  2. Masih baca yang laut bercerita, tapi penasaran sama notasi ternyata latar cerita tentang 1998 ya, ini sih menarik meskipun ada sentuhan fiksinya tapi peristiwa 98 tuh menarik untuk dibikin cerita apalagi kalau sudut pandang dari penulis berbeda dari yang lain

    BalasHapus
  3. Notasi ini selama bulan Mei berseliweran di TL twitter aku, bikin penasaran. Dari semua buku di atas baru punya Laut Bercerita tapi belum sempat dibaca, jadi ingin segera membacanya

    BalasHapus
  4. Referensi yang bagus banget nihhh.. pengen ikutan lomba kwikku tapi ngga tau nutut apa nggakk wkwkwk

    BalasHapus
  5. Banyak juga ya, teh. Aku pernah baca yang Notasi. Yang Pulang juga udah beli, tapi belum slese baca.

    BalasHapus

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.