Hijab for Sisters

UKBI, Uji Kemahiran Bahasa Indonesia

  

ukbi uji kemahiran bahasa indonesia

Tahu TOEFL, kan? Test of English as a Foreign Language. Tes kemampuan berbahasa Inggris bagi orang-orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.

Nah, di bahasa Indonesia pun ternyata ada tes sejenis itu. Namanya UKBI alias Uji Kemahiran Bahasa Indonesia. Udah pernah denger belum, nih?

Btw, meskipun di blogpost ini saya cerita tentang UKBI, gaya penulisan saya teteup santuy seperti biasa yak.

Juga tetap dengan paragraf-paragraf pendek yang lebih nyaman di mata pengguna ponsel. Penting banget sih menjelaskan ini. Hehe….

Mampir nih ke TB Hendra, Taman Baca Legendaris di Bandung.

 

Pelaksana UKBI

UKBI ini merupakan tes standar untuk mengetahui kemampuan seseorang berbahasa Indonesia. Nggak cuma buat penutur asing (alias yang bukan orang Indonesia), tapi juga buat kita yang sehari-hari berbahasa Indonesia.

Kalau melihat di laman ukbi.kemdikbud.go.id, UKBI ini dilaksanakan di 34 lokasi. Yang 33 lokasi berada di Indonesia. Pelaksananya adalah Balai Bahasa dan Kantor Bahasa. Yang satu lagi di Canberra, Australia.

 

Pengalaman Mengikuti Uji Coba UKBI

Beruntung banget, tanggal 13 Agustus 2020 saya berkesempatan mengikuti Uji Coba UKBI dalam jaringan di Balai Bahasa Jawa Barat.

Penasaran juga sih. Kemampuan berbahasa Indonesia saya ada di tingkat apa ya? Apalagi pekerjaan saya kan di bidang bahasa. 

Selain saya, uji coba ini diikuti oleh 99 peserta lainnya. Terdiri atas pelajar SD, SMP, dan SMA, mahasiswa, guru dan dosen, peneliti, penerjemah, penulis, wartawan, editor, dan 10 orang dari bidang pekerjaan lainnya.


Mengingat sekarang masih pandemi coronces, pelaksanaan Uji Coba UKBI ini juga mengikuti protokol kesehatan.

Per sesi uji coba hanya diikuti oleh 10 orang. Jadi totalnya ada 10 sesi dalam empat hari pelaksanaan. Semua juga wajib mengenakan masker. Harus cuci tangan sebelum masuk ke kantor Balai Bahasa. Mesti jaga jarak.


ukbi uji kemahiran bahasa indonesia
UKBI dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

 

Apa yang Diujikan?

Nggak jauh beda deh dengan TOEFL. Dalam Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) ini ada lima materi uji:

  1. Mendengarkan.
  2. Merespons kaidah.
  3. Membaca.
  4. Menulis.
  5. Berbicara.

Dalam uji coba ini kami hanya mengikuti tiga materi yaitu mendengarkan, merespons kaidah, dan membaca.

Syukur deh. Nggak kebayang kalau saya harus berbicara dengan tetap menggunakan masker. Bernapas aja sesak, Shaaay…. Eungap!

Susah nggak ujiannya?

Hm … tergantung konsentrasi! Hehe….

Eh tapi beneran, kok. Kalau nggak konsentrasi mendengarkan, misalnya, bablas deh. Bakal kesulitan menjawab soal-soal.

Begitu juga dengan materi lainnya. Membaca, misalnya. Iya, tinggal membaca artikel lalu menjawab pertanyaan. Teks yang dibaca bukan cuma 3-4 baris tapi bisa sampai puluhan baris. 

Pokok bahasannya pun bermacam-macam. Bisa jadi ada tema yang nggak familier sama kita. Kalo kata anak Twitter, "Bahasannya beda server nih sama gue."

Kalau nggak konsen dan nggak paham apa yang dibaca, ya bakal susah menemukan jawaban yang benar.

 

Hasil UKBI

Dari UKBI ini, muncul tujuh tingkat kemahiran berbahasa Indonesia. Yang paling rendah adalah kemahiran terbatas (251-325).

Berturut-turut di atasnya adalah marginal, semenjana, madya, unggul, sangat unggul, dan yang tertinggi adalah istimewa (725-800). 

ukbi uji kemahiran bahasa indonesia
Pelaksanaan Uji Coba UKBI di Balai Bahasa Jawa Barat, 13 Agustus 2020. (Foto: Balai Bahasa Jawa Barat)

Kalau kita ikut UKBI ini, hasil minimalnya harus di tingkat apa?

Nah, ini berbeda-beda. Berbeda tingkat pendidikan juga berbeda hasilnya. Berbeda bidang pekerjaan juga berbeda skor minimal yang harus diraih.

Yang mesti memiliki skor minimal unggul adalah mereka yang bekerja sebagai dosen, peneliti, penerjemah, penulis, editor, pejabat publik, dan sebagainya.

Itu minimalnya loh ya. Lebih tinggi skornya tentu akan lebih baik.

Gimana dengan skor UKBI saya?

Hasil tes langsung muncul setelah saya menyelesaikan uji coba UKBI. Skor saya termasuk unggul tapi … saya tidak puas. Hehe…

Ketika pelaksanaan uji coba, dua kali layar komputer saya kosong melompong. Artinya, ada 10 soal yang nggak muncul. Jadi, boro-boro menjawab, deh

Katanya, sih, itu karena masalah jaringan. Saya apes aja dapat jaringan bermasalah.

Yah, namanya juga uji coba. Dengan begini kan jadi ketahuan masalah apa yang muncul di lapangan.

Harus jadi perhatian khusus nih buat pelaksanaan UKBI yang sesungguhnya. Jangan sampai ada masalah jaringan di antara kita.

 

Mau Ikut UKBI?

Gimana caranya kalau mau ikut UKBI?

Kalau berdomisili di Jawa Barat, kamu bisa mengunduh formulir pendaftaran di www.balaibahasajabar.web.id. Formulir itu diisi lengkap, lalu dikirim ke email ukbibbjb@gmail.com.

Untuk Jawa Barat, pelaksanaan UKBI bertempat di Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung.

Kalau kalian tinggal di luar Jawa Barat, silakan cek di sini ukbi.kemdikbud.go.id/web/tukbi

ukbi uji kemahiran bahasa indonesia
Lobi Balai Bahasa Jawa Barat.

Untuk ikut UKBI ini kita harus membayar. Untuk WNA sebesar Rp 1 juta. Untuk WNI lebih murah. Pelajar/mahasiswa Rp 150.000 dan umum Rp 300.000.

Peserta UKBI (bukan uji coba) akan mendapatkan sertifikat yang berlaku selama dua tahun.

Hm … Media massa, termasuk media elektronik dan media online, mestinya mewajibkan wartawan dan editornya memiliki sertifikat UKBI. Minimal tingkat Unggul, deh.

Jadi, ke depannya nggak perlu ada lagi kejadian penulisan “dua pasang suami istri” untuk seorang seorang laki-laki dan seorang perempuan yang terikat pernikahan. Atau kalimat "seorang jenazah ditemukan meninggal dunia".

Yuk kita tes kemahiran berbahasa Indonesia kita. Jika kurang bagus, segera kita perbaiki.

Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menghargai dan menjaga kelestarian bahasa kita?

42 komentar

  1. UKBI. Uji Kemahiran Bahasa Indonesia.

    BalasHapus
  2. Wah, ternyata ada Tes UKBI. Kaya tes TOEFL ya, inget tes TOEFL pas zaman kuliah. Jadi materi tesnya ada tentang berbicara, mendengarkan, membaca, dan kaidah berbahasa. Terima kasih sharingnya, Teh.

    BalasHapus
  3. Wkwkw aku jd ngakak baca yg terakhir Seorang jenazah ditemukan meninggal dunia. Pengumpamaannya pas banget utk ujian TOEFL

    BalasHapus
  4. Untuk penulis & editor sepertinya wajib nih ikut UKBI. Bersertifikat pula. Aku mau coba cek di Balai Bahasa yg ada di kotaku. Siapa tau ada hehe

    BalasHapus
  5. Wah penulis sebenarnya wajib ikut ini ya mbak..
    Di kota lain ada juga g mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di tiap provinsi ada kok, Mbak. Kebanyakan sih di ibu kota provinsi. Bisa cek di link ukbi yang kukasih di atas.

      Hapus
  6. Saya baru tahu ada UKBI. Wah, level penasaran saya cukup tinggi. Tapi prediksi saya, munkin yang terdekat di Semarang.
    Kiraa-kira saya bakal dapat nilai Unggul, nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dari Jepara paling di Semarang, Mbak. Mungkin nanti nunggu kondisi lebih aman kali ya.

      Hapus
    2. Iya Mbak. Menunggu saat yang lebih aman. Kalau bisa setelah si kecil tamat nyusu dan sudah bisa ditinggal sebentar ke Semarang.

      Hapus
    3. Semoga kondisi segera aman ya, Mbak. Beraktivitas juga jadi lebih tenang :)

      Hapus
  7. Saya baru tahu Teh ada tes uji bahasa di kita. Kalau tidak pandemi, ingin deh ikut. Biar kata WNI tapi bahasa yg baik dan benar masih jauh tertinggal. Nuhun informasinya Teh

    BalasHapus
  8. setuju tuh mba, para jurnalis dan blogger juga sih ya sepertinya perlu juga ikutan UKBI ya, jadi bisa menulis sesuai kaidah yang benar gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Jurnalis sih bagusnya diwajibkan dari media tempatnya bekerja ya. Kalo blogger....entah deh. Diingetin supaya lebih merhatiin EYD aja banyak yang beralasan "Blog, blog gue. Suka-suka gue." :D

      Hapus
  9. Sepertinya kalau tes berbicara nggak hanya bicara tapi juga memahami, apalagi teksnya banyak, wow banget ujian ini. Masih asing kayaknya uji bahasa ini ya, di setiap daerah ada terima juga ya uji bahasa ini

    BalasHapus
  10. Pernah pengen nyobain tes UKBI di sini tapi kuota belum mencukupi untuk penyelenggaraan jadinya nyobain online aja dulu

    BalasHapus
  11. Perlu nih buat aku...yg bahasa indonesia aja gak trllu mahir...suka salah2 penggunaan kata hihi

    BalasHapus
  12. Wkwkwkwk bener.. bener.. suka ngakak kalau ada kalimat sejenis ditemukan seorang jenasah yang meninggal dunia ��. Tapii aku sendiri masi suka gitu deng wkwkwk

    BalasHapus
  13. Aku baru tahu teh ada ukbi ini lho, bermanfaat untuk ukur kemampuab kita ya, alamatnya di Jl sumbawa ya thanks infonya teh

    BalasHapus
  14. Huhuhu aku kalo kepo kepo soal UKBI, kudu ke Bandung dulu ya buat ujian.

    Selama ini sedari kecil tuh, familiarnya sama TOEFL, dan ternyata ... Bahasa Indonesia juga punya standarnya dong. Sampe ada tesnya pula di Canberra. Pantas banyak guru native english dari Australi yang cas cis cus banget bahasa Indonesia nya. Apa jangan jangan mereka juga ambil tes UKBI sebelum mulai ngajarin kita kita ini ya?

    BalasHapus
  15. Aku baru tau nih, ada UKBI. Jadi pingin ikut juga. Buat mengupgrade diri biar kemampuan berbahasa jadi tambah bagus..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, aku pun sempat berpikir begini nih. Apalagi kan selama ini, pekerjaan sebagai bloger soal tulis menulis juga ya.

      Hapus
  16. Ini bagus untuk menambah wawasan kita dan persiapan dengan banyak diisi sebelum ikutan UKBI

    BalasHapus
  17. Ada UKBI ya, baru tahu nih. Ikutan ini bakal jadi lebih paham bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar ya. Mantap nih uji bahasanya dan patut di coba untuk tahu bagaimana kemampuan kita.

    BalasHapus
  18. Jadi ingin daftar UKBI hasilnya bagaimana ya, patut di coba

    BalasHapus
  19. Ternyata ada UKBI , test kemahiran bahasa Indonesia. Duh aku keder nih mba.. kalau ikutan bakalan bisa gak yah hahhaha secara jaman sekolah dulu nilai bahasa Indonesia selalu dibawah bahasa Inggris duh malu banget nih. Mesti banyak belajar lagi

    BalasHapus
  20. Wah benar sih ini, saya pun jadi tertarik untuk ikut UKBI. Selama ini kita terus berpatokan pada TOEFL, dan berbagai instrumen tas bahasa asing lainnya.

    BalasHapus
  21. Sepertinya aku malah perlu belajar banyak dan secara mendalam kalau bahasa Indonesia ini, nggak mudah menurutku padahal dipakai keseharian. Duh, jd pengin mendalami kembali

    BalasHapus
  22. Ya Allah baru tahu kalau Bahasa Indonesia ada test seperti TOEFL juga. Nice info bgt ini mba. Karena sdh rahasia umum kita2 justru yg native Indonesia masih kurang fasih dg pemakaian bhs Indonesia. Madih suka bingung baku dan tidak baku. Dan aku setuju bgt nih kl jurnalis,wartawan, penulis, blogger kudu ikut test UKBI ini. Aku mau kepoin dl link test UKBI. Semoga bisa ikut nanti

    BalasHapus
  23. test UKBI mirip-mirip ya sama TOEFL atau TOEIC gitu ya? meski nulisnya di blog sendiri tetap harus tau UKBI

    BalasHapus
  24. Saya baru tau nih kak, penasaran deh ikut Tes UKBI ini. Dulu, sering belajar bahasa Indonesia jaman SD, SMP, sma, pas kuliah pelajaran bahasa Indonesia ga dipelajari, paling ya ngomong bahasa Indonesia tiap hari saja.

    BalasHapus
  25. Untuk saat ini, apakah sudah ada instansi yg mensyaratkan UKBI dalam proses rekrutmen? Tapi memang menurut saya, kita perlu banget memiliki kemampuan bahasa Indonesia yg baik.

    BalasHapus
  26. Aku baru tahu lo ada UKBI. Jadi pengen ikutan deh, biar tahu tingkat kemahiran berbahasa Indonesianya hehe. Btw, UKBI ini apakah bebas diikuti oleh siapapun atau dilakukan untuk melengkapi syarat bergabung ke sebuah instansi?

    BalasHapus
  27. Ingat terakhir tes TOEFL belasan tahun lalu biayanya juga segitu teh di Jakarta. Berarti murah nih UKBI cuma 300 ribu. Nabung ah, hehe, semoga pandemi segera hilang biar bisa ikutan di Surabaya. Kalau ada prauji atau latihan lewat daring asyik juga sih Teh sebagai persiapan.

    BalasHapus
  28. Saya baru tahu ada UKBI atau Uji Kemahiran Bahasa Indonesia, Mbak Eno. Dan beruntung sekali ya, Mbak Eno mendapatkan kesempatan. Saya jadi pengin nyoba dan menyukur kemampuan saya hehehe.
    Tapi tetap ya Mbak, kalau menulis cerita disesuaikan saja. Misalnya buat cerita remaja, kita sesuaikan dengan gaya bahasa mereka saja hehehe.

    BalasHapus
  29. Wah ini penting ya Mbak terutama buat editor atau yang cita-citanya editor, eh maupun juga peneliti maupun penerjemah sih. nama tingkatannya Indonesia banget, saya jadi pengin ikut UKBI ini karena bisa sekalian bisa belajar ulang bahasa Indonesia secara lebih dalam

    BalasHapus
  30. aku ikut UKBI pas tes Duta Bahasa
    sayangnya nilainya nggak sampai istimewa
    cuma sekitar 680 apa ya

    BalasHapus
  31. kalau kita bisa bangga udah ikut TOEFL dan bisa peroleh nilai 500, harusnya bangga juga dong kalau udah pernah ikut UKBI biar bisa tahu tingkat kemahiran berbahasa kita yang mana bawaan dari lahir ini ya.
    saya jadi pengen deh ikut UKBI ini :)

    BalasHapus
  32. Jadi ikut UKBI ini kayak kita lagi ikut tes TOEFL gitu ya. Wah saya juga jadi penasara dan pengen coba ikut tes ini untuk mengetahui kemampuan berbahasa Indonesia saya

    BalasHapus
  33. Kalau mau tes UKBI ini, dibutuhkan banget untuk menguji seberapa mahir seseorang dlm berbahasa Indonesia khususnya kalau yg aktivitasnya berkaitan sama dunia literasi ya mbak. Aku udh liat di link tadi, iya tempat UKBI nya Jawa Timur ada di Ibu kota provinsi, lebih tepatnya di Sidoarjo
    Btw TFS ya mbak

    BalasHapus
  34. Aku baru tahu ada tes UKBI. Ini baru diujicobakan, berarti baru mau "launching"? Penasaran kira2 nantinya score UKBI ini bakal diterapkan jadi persyaratan di profesi apa aja.

    BalasHapus
  35. menarik banget ada materi merespons kaidah, perlu banyak belajar nih aku agar bisa lebih menguasai :')

    BalasHapus

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.