Hijab for Sisters

Teknik Membaca Buku yang Harus Kamu Coba

Teknik membaca buku

“Kok kamu bisa membaca buku sebanyak itu dalam waktu satu minggu?”

Wajar kalau pernah bertanya seperti itu ketika melihat seseorang bisa melahap belasan buku dalam satu minggu. Padahal, sehari-hari mereka juga punya punya kegiatan yang harus dilakukan. Entah itu bekerja profesional atau mengurus keluarga. Intinya, mereka bukan melulu diam membaca buku.

Kok kita (eh kita atau Ada Resensi doang, ya) baca satu buku aja nggak tamat-tamat, padahal sudah satu bulan? Apa mereka menerapkan teknik membaca buku tertentu?

Gemes deh, ih. Kalau masih seperti sekarang, boro-boro deh target one book one week. Kadang-kadang seminggu cuma selesai baca beberapa halaman. Kecuali kalau baca judulnya saja, ya. Itu sih dalam satu jam juga bisa selesai banyak.

Macam-macam, sih, alasannya. Misalnya:

  • capek karena udah kerja seharian,
  • capek ngurus rumah plus anak yang sedang aktif-aktifnya,
  • nggak mood,
  • waktu habis di perjalanan dari rumah ke kantor pp
  • anak mau ulangan, dan
  • seribu satu alasan lainnya.

Begitulah. Alasan selalu bisa diadakan, termasuk yang mengada-ada alias nggak masuk akal.


Teknik Membaca Buku

5 teknik membaca buku
5 teknik membaca buku.

Apabila menerapkan teknik membaca buku secara tepat, kita juga bisa kok membaca banyak buku sampai selesai.

Namun, yang tak kalah penting daripada selesai membaca adalah mendapatkan manfaat dari buku yang kita baca.

Sayang banget kalau sudah menghabiskan banyak waktu tetapi tidak mendapatkan manfaat membaca buku.

Seperti yang pernah kita bahas pada artikel Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan, misalnya. Kebiasaan membaca ini sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik. Pengecualian untuk buku berkonten negatif (seperti pornografi) yang justru akan merusak otak.

Jadi, yuk kita kenalan dulu dengan beberapa teknik membaca buku dan menemukan yang pas untuk kita terapkan.

1. Skimming

Teknik membaca skimming sudah lama dikenal. Mungkin kita pun pernah melakukannya tanpa mengetahui bahwa namanya. Jadi, apa itu teknik membaca skimming?

Skimming adalah membaca secara cepat untuk mendapatkan hal-hal penting dari sebuah bacaan.

Pada skimming kita membaca seluruh isi buku secara sekilas dan cepat, tetapi utuh dan tetap dapat menemukan poin-poin pentingnya.

Bukan sekadar was wes wos membaca secepat kilat, melainkan juga mesti dapat menangkap ide pokok dan intisari dari buku tersebut.

Susah ya? Hehe.... Sini, Ada Resensi bisikin kuncinya:

  • Konsentrasi. Ibarat nyetir nih, langsung aja gas pol.
  • Punya tujuan membaca yang jelas.
  • Tahu mau mencari apa di dalam buku yang sedang dibaca.
  • Biarkan mata membaca dengan cepat. Kepala, jari tangan, dan mulut jangan ikut-ikutan.
  • Jangan terpaku pada satu kata atau kalimat.
  • Tidak perlu meresapi kata demi kata.
  • Ketika menemukan apa yang dicari, boleh turunkan kecepatan untuk menandai bagian tersebut, kemudian kembali gassss sampai selesai.

2. Scanning

Indeks buku
Daftar indeks di sebuah buku.

Pasti sudah familier kan dengan istilah scan, scanner, dan scanning? Nah, membaca dengan teknik scanning ini berarti kita “memindai” buku yang sedang kita baca untuk menemukan informasi yang spesifik.

Sama seperti membaca skimming, kita harus memusatkan konsentrasi dan tahu apa yang sedang kita cari.

Topik yang kita cari menjadi kata kunci. Misalnya kita sedang mencari informasi tentang Brachiosaurus. Fokuskan saja pencarian pada Brachiosaurus.

Biarkan mata sat set mencari kata Brachiosaurus. Abaikan kalimat yang tidak menyinggung si Brachiosaurus ini. Kalau ketemu T-Rex atau Pteranodon, cuekin aja.

Pada buku cetak (buku fisik), adanya daftar isi dan indeks buku akan sangat membantu dalam proses membaca scanning.

Dari daftar isi kita bisa menemukan topik apa saja yang dibahas dalam satu buku. Semakin lengkap daftar isinya maka semakin cepat pula kita menemukan informasi yang kita cari. Kalau yang kita cari tidak ada di daftar isi tersebut, bisa langsung skip aja dan cari buku yang lain.

Bagaimana dengan indeks?

Indeks merupakan daftar kata-kata penting yang ada di dalam buku tersebut. Kata-kata ini disusun secara alfabetis, serta disertai informasi letaknya ada di halaman berapa.

Informasi tentang Brachiosaurus tadi misalnya. Di indeks, Brachiosaurus pasti berada di kelompok huruf b. Angka-angka yang tertera di sebelahnya menunjukkan nomor halaman. Jadi, langsung saja meluncur ke halaman yang tertera.

Pada buku digital (e-book) membaca dengan teknik scanning ini bisa lebih mudah lagi. Untuk mencari pembahasan tentang topik tertentu, kita cukup mengetik kata kuncinya di kotak Search yang berada di halaman buku digital tersebut.

Jika tidak menemukan kotak Search, tekan tombol Alt+F di keyboard laptop, kemudian ketik kata kunci yang dicari.

3. Skipping

Pernah main lompat tali alias skipping? Nah, ada lho teknik membaca yang namanya skipping. Tenang, bukan berarti kita membaca sampai main lompat tali.

Teknik skipping ini adalah membaca dengan cara melompati bagian yang dianggap tidak penting atau sudah dipahami. Langsung saja lompat ke bagian berikutnya.

4. SQ3R

Ada lagi teknik membaca yang disebut SQ3R alias Survey, Question, Read, Recite (Recall), Review. Teknik membaca intensif ini diperkenalkan pada tahun 1941 oleh seorang ahli psikologi bernama Francis P. Robinson.

Membaca dengan teknik SQ3R ini memungklnkan kita mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan kritis tentang buku yang kita baca.

5. Detailed reading

Membaca dengan teknik detailed reading tidak mengutamakan kecepatan.

Seperti namanya, detailed reading adalah membaca secara mendetail, intensif, dan bertujuan mendapatkan pemahaman secara menyeluruh.

Mana yang Paling Cocok?

Membaca buku
Membaca buku, bukan membaca isyarat di matamu.

Kelima teknik membaca itu dapat kita terapkan sesuai dengan kebutuhan. Ada kalanya kita butuh membaca sebuah buku secara cepat, ada kalanya harus membaca intensif.

Teknik membaca buku secara cepat (speed reading) akan lebih mudah jika kita menguasai topik tersebut dan sudah terbiasa membaca. Namun, kebiasaan membaca ini tidak terwujud dalam satu malam.

Ada proses panjang hingga menjadi terbiasa membaca. Bill Gates misalnya, dia sudah terbiasa membaca buku sejak masih kanak-kanak.

Banyak lho keuntungan yang didapat jika sudah suka membaca sejak kecil. Penasaran apa aja keuntungannya? C’ mon, langsung saja ke artikel Anak Gemar Membaca Buku, Ini Keuntungannya.

11 komentar

  1. Trims nih info teknik membaca buku. Biasanya aku scanning kalau baca laporan makalah mahasiswa...hehe...Soalnya banyak banget, dan temanya mirip-mirip semua...

    BalasHapus
  2. Ahh makasih tipsnya ka, saya punya target membaca setiap hari jadi teknik ini sangat berguna.

    BalasHapus
  3. Membaca buku merupakan salah satu kebiasaan positif yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Selain menambah pengetahuan dan wawasan, membaca juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, fokus, dan konsentrasi.

    BalasHapus
  4. Teknik yang nomor 3 dan 5 kerap daku lakukan. Apalagi semisal lagi ceki² di toko buku, biar bisa mutusin mau lanjut atau nggaknya

    BalasHapus
  5. Ternyat banyak juga teknik membaca buku ya, Mbak. Dan kalau saya membaca sedang-sedang saja, dan secara utuh. Termasuk saat membaca novel. Kalau kakak saya malah loncat-loncat. Apalagi kalau novel misteri, dia ga sabar baca bab akhirnya. lalu kembali ke bab yang belum dibaca. mana asyiiiiik hahaha

    BalasHapus
  6. Aku tuh kalo ngga detail reading kok kayak ngga ngehh gitu yaa, maksudnya iya nangkep sih cuman kayak ngga bisa meresapi gitu hhheehe, beberapa kali skimming kalo bukunya ga menarik wekekek

    BalasHapus
  7. Sometimes aku baca pakai metode skimming, scanning. Sering juga pakai skipping. Hehehe... Terutama kalau ternyata bukan buku yang cocok untuk kubaca.

    BalasHapus
  8. Ternyata aku sering baca pake mode skipping, hehehe,,, apalagi kalo udah pernah baca sebelumnya dan yang mirip² pokok bahasannya

    BalasHapus
  9. Saya suka membaca dengan metode scanning dan skipping untuk buku non fiksi. Tapi kalau novel atau jenis fiksi lainnya saya malah kadang membacanya dengan meresapi kata demi kata hehehe ...

    BalasHapus
  10. Kalau saya tergantung kebutuhan. Kalau baca buku-buku pertanian kebanyakan scanning, skipping, atau skining. Karena kalau baca buku pertanian tujuannya untik calling pengetahuan yang sudah ada. Kalau baca novel atau buku-buku pengembangan diri baru pakai metode detailed reading.

    BalasHapus
  11. kalau aku tergantung jenis buku apa yang dibaca, kalau non fiksi atau ebook kebanyakan scanning dan skimming. tapi kalau baca buku fisik, tentu saja harus baca dari awal sampai akhir, teknik Detailed reading mungkin ya masuknya

    BalasHapus

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.