Jumat, 18 November 2016

Resensi Delapan Peri

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter


Sinopsis

Selamat datang di dunia ajaib dan tidak kasat mata! Ada peri hutan yang ingin membantu, kekuatan hitam yang memaksamu menghilang dari kehidupan sehari-hari, toples kembang gula yang selalu menyodorkan beragam pilihan, malaikat yang turun ke bumi, maupun keajaiban-keajaiban kecil di dalam hati yang membuka matamu untuk lebih mencintai hidup.

Sitta Karina kembali dengan torehan kisah remaja yang manis, sedih, inspirasional, dan kini penuh sentuhan alam supranatural. 

Sebuah kumpulan cerpen dari kisah-kisah yang pernah dimuat di majalah CosmoGIRL! Indonesia dengan beberapa ilustrasi krayon yang bernuansa sureal.

Ada Resensi

Jangan terkecoh dengan kata-kata dunia ajaib, tidak kasat mata,peri hutan, supranatural,dan sebagainya yang tertulis di blurb buku. Buku kumpulan cerpen ini berkisah tentang remaja dan permasalahannya sehari-hari.

Meski “permasalahan sehari-hari”, Sitta mengemasnya dengan matang. Membaca kumcer ini saya seperti menemukan cerita remaja yang berbeda dengan anggapan umum tentang cerita remaja.

Sitta tak hanya bercerita tentang cinta remaja. Ia juga bertutur tentang banyak hal lain di dalam kehidupan remaja. Dari hubungan dengan ibu tiri dalam Tujuh Cupcakes Spesial, persinggungan dengan dunia politik dalam Suaraku Sekarang dan Nanti, hingga Bhineka Tunggal Ika dalam Warna-Warni Tetap Satu Warna.


"Ia juga paham jika Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna yang mendalam dan tidak hanya untuk orang Indonesia saja.


Berbeda-beda tetap satu juga merupakan sebuah motto yang dapat diaplikasikan pada seluruh orang di dunia. Bahwa walau warna kulit berbeda namun ia tetap menjadi bagian dari komunitas dunia yang memiliki hak yang sama untuk stand proud.”


Sayangnya, dalam cerpen Sparkling Ran, Hanum  sang Ketua Osis yang sekaligus menjadi Ketua Prom Night akhirnya mengizinkan sebotol minuman beralkohol dikonsumsi ramai-ramai. Kalau tiap orang hanya minum sedikit-sedikit, toh tidak akan sampai mabuk.


“Ran tersenyum. Hanum si Ketua OSIS ternyata tidak alim-alim banget.”


Delapan Peri berisi 16 cerpen, semuanya pernah dimuat di majalah Cosmo Girl dalam rentang waktu 2008-2009. Cerpen yang menjadi judul buku ini sendiri diletakkan di paling akhir.


Ke-16 cerpen dalam buku ini adalah Suaraku Sekarang dan Nanti, Thong, Wish You Were Here, Gips Cinta Buat Jehan, Transparan, 50:50, Tujuh Cupcake Spesial, Sekolah Kehidupan, Sparkling Ran, BFF, Mencium Wangi Hujan, Warna-Warni Tetap Satu Warna, Goth is Me, Huruf-Huruf yang Melayang, dan Delapan Peri.

Bagi saya kumcer ini layak dibaca (meski secara pribadi kurang sreg dengan ending Sparkling Ran). Namun, sepertinya buku yang terbit perdana tahun 2010 ini belum ada cetak ulangnya.


Identitas Buku


Judul: Delapan Peri
Pengarang: Sitta Karina Rachmidiharja
Penerbit: Terrant Books, 2010
Tebal: 172 halaman
ISBN:  979-37750-39-1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.