Jumat, 11 November 2016

Resensi Siomay Pink

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

Sinopsis

Sebuah kisah nyata tentang seorang laki-laki yang mengalami keterpurukan karena usahanya yang bangkrut. Istrinya meninggalkannya. Yang lebih menyakitkan, ia harus berpisah dengan anak-anaknya.

Selama bertahun-tahun ia tak tahu di mana anak-anaknya berada. Keputusasaan hampir menyebabkan ia mengakhiri hidupnya. Namun, rasa cinta berbalut rindu memunculkan semangat luar biasa dari dalam dirinya untuk bangkit dan memulai hidupnya kembali. Siomay Pink adalah karunia sekaligus jalan Tuhan baginya.


Lantas, mengapa bisa ada Siomay Pink? Dan apakah ia berhasil bangkit dan bertemu dengan anak-anaknya?

Ada Resensi

Siomay Pink adalah kisah nyata seorang pengusaha, seorang pedagang siomay, bernama Sriyono yang kerap disapa Pak Yono atau Pak Pinky.

Tahun 1978 ia berbisnis jual beli mobil sport. Dengan modal awal Rp 9 juta, ia meraup keuntungan dua kali lipat. Namun, beberapa bulan kemudian pemerintah mengeluarkan baru terkait penjualan mobil sport. Dampaknya, usaha Pak Yono bangkrut sebelum genap satu tahun berjalan.

Tahun 1979 ia bekerja di sebuah rumah makan. Di sanalah ia belajar membuat siomay pada bosnya yang keturunan Tionghoa.

Keahlian membuat siomay inilah yang kemudian menjadi modal usaha Pak Yono. Jatuh bangun dilaluinya. Dari memiliki banyak gerai siomay di Jakarta, hingga (lagi-lagi) bangkrut. Kegagalan bisnis itu diikuti pula dengan kegagalan dalam berumah tangga dan dijauhkan dari kedua putrinya. Pak Yono stres berat, hingga hampir bunuh diri.

Tahun 2010, setelah gagal untuk kesekian kalinya, Pak Yono memulai usaha lagi. Sepeda, piring, dan panci untuk berjualan siomay dibelinya dengan cara mencicil. Gerobak siomay dibuatnya dari kaleng-kaleng dan kayu-kayu bekas.

Kerinduan pada kedua putrinya membuat ia mengecat sepedanya dengan warna pink dan melengkapinya dengan atribut serba pink. Baju dan topi yang dikenakannya pun pink. Cibiran dan cacian sebagai banci dan gila pun diterimanya.

Bagaimana Siomay Pink Pak Yono bisa melejit? Bagaimana sikap mantan istri serta mantan mertuanya? Bagaimana dengan kedua putri yang siang malam dirindukannya?

Buku dengan ilustrasi di setiap halamannya ini sangat layak dibaca oleh anak muda. Memotivasi agar tidak mudah menyerah, agar belajar dari kegagalan orang lain.

Tampilan buku yang pink luar dalam semoga tidak membuat  anak-anak muda ganteng enggan membaca buku ini karena merasa kemachoannya terancam. 

"Rasa malu dan gengsi adalah musuh terbesar anak muda."
(Hlm. 104)


resensi-siomay-pink
Buku Siomay Pink yang pink luar dalam.

Identitas Buku

Judul: Siomay Pink, Sebuah Perjalanan Untuk Menemukan Cinta
Penulis: Nidya Febriani Utami
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2013
Tebal: 110 halaman
ISBN:  978-602-03-0087-0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.