Hijab for Sisters

Buku Rekomendasi Wisata Kuliner

 

Buku-buku rekomendasi wisata kuliner

Jalan-jalan ke suatu daerah belum afdol kalau tidak disertai dengan jajan. Mencicipi makanan khas di daerah yang dikunjungi. Baik makanan yang sedang hits maupun kuliner legendaris di daerah tersebut.

Sekarang memang relatif mudah menemukan makanan khas suatu daerah di luar daerah tersebut. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Putra-putra daerah pergi merantau untuk bersekolah, bekerja, atau karena pernikahan. Lama tinggal di tanah rantau, timbul kerinduan pada masakan kampung halaman.

Yang jago memasak lalu memulai bisnis kuliner. Yang tak jago memasak mulai sibuk mencari makanan daerahnya.

Tak sedikit usaha kuliner yang awalnya terbatas di kalangan teman dekat, kemudian berkembang besar.

Namun, mencicipi makanan khas suatu daerah langsung di daerah asalnya pastilah merupakan sensansi kenikmatan tersendiri.

Makanan bukanlah sekadar makanan. Dalam semangkuk sop atau gulai kambing misalnya, ada nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.

Baca juga: Resensi Siomay Pink. Pengalaman jatuh bangun usaha seorang pengusaha siomay.


Wisata Jajan

Dekade pertama tahun 2000, majalah Intisari (Grup Gramedia) menerbitkan seri buku kuliner. Buku-buku tersebut mengulik tempat wisata jajan favorit dan legendaris dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa judul di antaranya adalah:

  • Yok Jajan Enak di Jabodetabek (terbit tahun 2006)
  • 100 Tempat Wisata Jajan Bandung (terbit tahun 2007)
  • Wisata jajan Solo dan Semarang  (terbit tahun 2009)
  • Wisata Jajan Bali (terbit tahun 2010)

Banyak lagi judul lainnya yang mengangkat kuliner daerah-daerah di Indonesia. Medan, Malang, Surabaya, dan lain-lain.

Masih dari Grup Gramedia, tahun 2015 Penerbit Kompas menerbitkan buku 100 Mak Nyus Jakarta karya Bondan Winarno, Lidia Tanod, dan Harry Nazaruddin.

Baca juga: Travel Writer Indonesia

Gramedia Pustaka Utama pun menerbitkan berbagai buku tentang wisata kuliner ini. Salah satunya Chef Vindex Tengker Ngelencer ke Yogyakarta. Buku yang terbit tahun 2017 ini dikemas lux dengan hardcover dan kertas glossy, serta disajikan dalam dua bahasa.

Bondan Winarno dan Chef Vindex Tengker
Buku wisata kuliner yang dilengkapi resep pilihan.


Buku karya Bondan Winarno dkk sudah dibahas di Resensi 100 Mak Nyus Jakarta.  Bagaimana dengan buku wisata jajan dari Intisari?


Wisata Jajan Indonesia

Kulineran di kaki lima atau di restoran ternama? Makan di warung emperan atau di kafe yang nyaman?

Mau makan di mana, tentu menyesuaikan dengan selera dan keuangan. Tapi bukan berarti yang memilih kulineran di emperan selalu kalangan wisatawan berdompet tipis.

Jangan salah. Makanan yang dijual di kaki lima pun bisa saja memiliki cita rasa setara makanan di restoran besar. 

Pasti pernah tahu kan kalimat “harga kaki lima, rasa hotel bintang lima”. Kira-kira begitulah untuk menggambarkan nikmatnya kuliner kaki lima.

Itu pula yang ditangkap oleh Intisari dalam buku-buku wisata kulinernya. Wisata Jajan dari Kelas Kaki Lima Sampai Restoran, begitu tagline-nya.

Pembahasan dalam setiap buku sangat lengkap sehingga layak dijadikan panduan. Dilengkapi pula dengan bonus peta wisata jajan yang dikemas cantik dan informatif.

Peta wisata kuliner Solo dan Semarang
Lengkap dengan peta lipat yang informatif.

Misalnya ketika membahas Bubur Mang Oyo yang sedang eksis sejak tahun 1976. 

Di Bandung, siapa yang tak tahu Mang Oyo dan bubur ayamnya. Jika piring berisi bubur Mang Oyo diterbalikkan, buburnya tidak akan tumpah. 

Apa saja yang ada dalam seporsi bubur ayam mang Oyo, harganya, jam buka, serta lokasi tertera di buku Wisata Jajan Bandung.

Begitu juga cerita Mang Oyo tentang proses pembuatan bubur ini. Beras yang digunakan untuk membuat bubur pun tidak sembarangan. Harus beras Majalengka, daerah asal Mang Oyo. Kalau pakai beras yang lain, rasanya akan berbeda.

Formula penulisan yang sama ada pada semua tempat kuliner yang dibahas di buku Wisata Jajan ini (bukan hanya Wisata Jajan Bandung).

Yang paling menarik dari buku seri Wisata Jajan ini adalah gaya penulisannya yang khas Intisari. Santai tapi informatif. Sarat dengan informasi dan pengetahuan tetapi ringan dibaca.

Khusus untuk buku seri Wisata Jajan ini, untaian kalimatnya berpotensi membuat air liur menitik dan perut mendadak merasa lapar.

Wisata kuliner di Bandung dan Bali
Seri Wisata Kuliner, dari kelas kaki lima sampai restoran.


Omong-omong tempat legendaris di Bandung, nih. Mampirlah ke Taman Bacaan Hendra di Cihapit. Taman bacaan legendaris yang berdiri tahun 1967 ini sekarang dilengkapi dengan kedai kopi bernama Encykoffee.


Buku Lama yang Menarik

Buku seri Wisata Jajan ini sudah tidak akan ditemukan di toko buku. Namun, masih bisa ditemukan di toko-toko buku online di marketplace.

Perlu digarisbawahi ya, buku seri Wisata Jajan ini terbit pada dekade pertama tahun 2000. Dalam waktu 22 tahun banyak yang terjadi. Lebih-lebih ada pandemi corona yang merobohkan banyak usaha, termasuk kuliner.

Perubahan yang paling nyata adalah pada harga. Ah, tentu saja. Harga bahan baku, BBM, listrik, dan UMR sudah naik berapa kali selama 22 tahun ini?

Kalau butuh informasi harga yang up to date, bisa berselancar di internet. Misalnya jika akan berkunjung ke Malang sekalian berwisata kuliner. 

Cari tahu apa saja makanan khas Kota Apel itu yang wajib-kudu-harus dicicipi. Bisa juga mencari makanan yang sedang hits di sana, misalnya Makanan Korea di Malang.

Banyak blogger yang mengelola lifestyle blog menulis pengalamannya kulineran di Malang.  Berbeda dengan buku terbit yang tak bisa begitu saja direvisi, tulisan di blog mudah diperbarui.

Meskipun terbitan lawas, buku seri Wisata Jajan Intisari ini tetap masuk rekomendasi Ada Resensi

  • Pencinta wisata kuliner perlu membaca buku ini agar mendapat gambaran tempat kuliner apa saja yang harus didatangi di suatu daerah.

  • Pehobi masak perlu membaca buku ini juga. Secara eksplisit memang tidak ada resep. Namun, kita bisa mengintip rahasia dapur masakan lezat yang diburu banyak orang.

  • Food blogger, foodies, food reviewer. Gaya mengulas kuliner di buku ini menarik dipelajari. Terutama jika ingin membuat ulasan kuliner yang berkelas, sekaligus berjiwa. Bukan sekadar mengulas dengan enak bangeeet atau seenak itu.

Baca juga: Belajar Menulis Feature

Btw, kalau Teman-teman punya buku kuliner lain yang direkomendasikan, boleh loh menuliskannya di kotak komentar.


Cheers,

Ada Resensi

Tidak ada komentar

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Thanks.